Management Risiko Bagian 1 – IDENTIFIKASI BAHAYA

Management Risiko Bagian 1 – IDENTIFIKASI BAHAYA

Identifikasi bahaya merupakan tahapan yang dapat memberikan informasi secara menyeluruh dan mendetail mengenai risiko yang ditemukan dengan menjelaskan konsekuensi dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat. Pada tahap ini harus dapat mengidentifikasi hazard yang dapat diramalkan (foreseeable) yang timbul dari semua kegiatan yang berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan terhadap:

1. Karyawan
2. Orang lain yg berada ditempat kerja
3. Tamu dan bahkan masyarakat sekitarnya

Pertimbangan yang perlu diambil dalam identifikasi bahaya antara lain :

1. Kerugian harta benda (Property Loss)
2. Kerugian masyarakat
3. Kerugian lingkungan

Identifikasi bahaya dapat dilakukan dengan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Apa Yang Terjadi

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan daftar yang komprehensif tentang kejadian yang mungkin mempengaruhi tiap-tiap elemen.

2. Bagaimana dan mengapa hal itu bisa terjadi

Setelah mengidentifikasi daftar kejadian sangatlah penting untuk mempertimbangkan penyebab-penyebab yang mungkin ada/terjadi.

3. Alat dan Tehnik

Metode yang dapat digunakan untuk identifikasi bahaya antara lain adalah:
a. Inspeksi
b. Check list
c. Hazops (Hazard and Operability Studies)
d. What if
e. FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
f. Audits
g. Critical Incident Analysis
h. Fault Tree Analysis
i. Event Tree Analysis

Sumber: International Labour Organization. 2013. Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja : Saran Untuk Produktivitas. Jakarta: International Labour Organization

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *